3 sahabat
itu tanggal 27 mei 1946, dimana terjadi agresi militer Belanda 2 di Yogyakarta, aku adalah seorang pemuda di di daerah jogja utara, awalnya aku tak tertarik masuk ke dalam dunia kemiliteran tapi apa daya aku dipaksa oleh sahabatku untuk membela negri ini dan kotaku juga sedang di serang oleh kolonial Belanda yang ingin menguasai Yogyakarta.
Pagi hari di tanggal 27 mei 1946
“hay mble, ayo ikut aku masuk ke sekolah polisi Rakyat, percuma kau punya badan tinggi gagah
kalau tak mau menjadi pejuang ?”
Antara aku dan Dirinya

Matahari pagi mulai menampakkan senyumnya di balik awan mendung yang beberapa saat yang lalu menyembunyikan keindahannya. Lengkungan pelangi tak mau ketinggalan menemani sang surya tersenyum. Ia menunjukkan dirinya yang bersinar  dengan warna warnanya yang indah nan cantik.Lengkaplah sudah keindahan ciptaan-NYA. Menunjukkan  keagungan-Nya   atas keEsan-Nya.
Elisa tersenyum memandang lukisan langit yang dibuat oleh tangan Allah. Ia merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang menyelimuti hatinya. Ia tak tahu mengapa,tapi setiap melihat fenomena itu, hatinya selalu tergerak  untuk melihatnya. Menjadikan sebuah memori yang akan selali terukir kuat kuat di pikirannya.

Hujan terus menerus mengguyur tempat kami berteduh.  Diana pun tampak merenung dibalik paras cantiknya. Tiba tiba Diana berdiri dan berkata “ bay aku belum bisa menjawab kata cintamu, berikan aku waktu untuk memikirkannya.”  “iya Din, aku tau itu berat untukmu, tapi aku akan selalu setia menunggu jawaban darimu., “ jawabku dengan sedikit malu. Suasana kembali hening tak ada satupun kata yang keluar dari mulut kami berdua.

__

Hujan

Hembusan angin menggugurkan daun-daun, pohon pohon mulai menari-nari akan datangnya sore hari yg mulai mengiringi sang surya pulang ke singgasananya.
aku mulai memasuki ruangan yang setiap saat ia datangi,kamar adalah tempat itu . ia mulai menarinarikan jarijemarinya dengan santai diatas keyboard handpon nya , setelah selesai ia mulai membaringkan tubuh atletisnya di atas kasur kebanggaanya , bayang bayang bidadari cintanya mulai datang seperti petir yg sedang berkilat kilat , ia mulai membayangkan, akan paras elok wajah bidadari cintanya.Wajah yang slealu hadir didalam pikiranya,Malam datang dan aku masih terlentang di atas kasur kebanggaanku,ingatan itu belum ingin pergi dari pikiranku,ingatan itu mulai mengendap didalam ingatanku  seperti syair puisi yang sangat runtut ,seperti gerbong kereta yang tak putus putus .


 MY STORY
part 2
"Pendekatan"

Tak terasa waktu berjalan dengan sangat cepatnya. telah 5 tahun sudah aku tinggal di Ibu kota. Di kota ini segala yang aku butuhkan telah terpenuhi dari rumah,mobil dan yang lainnya.  Selama 5 tahun itu aku belum pernah pulang ke rumah Orang Tuaku di Yogyakarta. aku hanya bisa berhubungan lewat Telepon ataupun Internet, memang Pekerjaan yang memaksaku untuk tidak pulang.

Setelah aku mengajukan libur 2 minggu ke atasanku, akhirnya aku diberikan libur selama 2 minggu untuk pulang ke kampung halamanku.
setelah memesan tiket pesawat tujuan Yogyakarta aku mengajak Winni untuk menemaniku pulang ke Jogja. Awalnya Winni menolak tapi dengan 1001 ajakan mautku akhirnya Winni mau ikut juga menemaniku.


My Story
part 1

"Perkenalan"
             Memang hidup di kota Besar sangat berat dan menyakitkan, Terutama hidup di ibu kota dimana para Urban mencari kehidupan yang lebih layak. 
Di Kota inilah aku mendapatkan apa itu arti cinta dan pengorbanan dan dimana aku memulai hidup dari seorang lulusan sarjana Teknologi dari kota asalku Yogyakarta.

 Begining Accident               

Sang pagi mulai menampakkan keramahannya, "WHAT THE ...?!" karena teriakanku seisi kelas menatap dengan pandangan kesal. sebagian mendekat karena penasaran. untung Dosen tak menggrubis teriakanku.
"Apaan,yan ? masih pagi udah kumat aja lo!" Cibir Eny,Cewek terpintar di kelasku.
"Lupa Absen ke belakang mungkin!" cetus Rahel asal. Ketua kelas yang menyebalkannya tidak tertandingi. Kupeletkan lidah padanya agar puas. Cewek itu tahu semua kebiasaanku. Entah sejak kapan ia menjadi Stalker setia seorang Uyan Saputra. Ini masih menjadi sebuah misteri!!!
"WOY..,Kucreet!" Tepukan Farel di pundakku membuat lamunanku Buyar. "Ngelamu  Aja lo! iler lo tuh tampung dulu,"
Diberdayakan oleh Blogger.